24/05/12

Pertanian Bawah Tegakan


UMBI-UMBIAN, KORO-KOROAN DAN PEPOHONAN
Panen sepanjang tahun di masa krisis akibat pemanasan global


Latar Belakang


Pepohonan yang rimbun merupakan salah satu ciri hutan produktif. Dari pepohonan inilah dikeluarkan oksigen yang kita butuhkan sehari-hari ketika kita bernafas. Udara menjadi sejuk karena pepohonan juga. Udara yang sejuk diyakini merupakan komponen penting dalam stabilisasi emosi dan menjauhkan manusia dari depresi.
 Pertumbuhan penduduk yang tinggi di dunia ini telah menjadikan ditebanginya pepohonan untuk kebutuhan kayu bangunan maupun meubel serta kerajinan. Kini kita rasakan kesejukan itu mulai berkurang. Fluktuasi suhu yang tinggi menjadikan tubuh gerah kepanasan atau menggigil kedinginan. Apalagi memang lama kelamaan kebun kita berubah menjadi rumah-rumah permanen sehingga otomatis ketersediaan oksigen oleh pepohonan akan berkurang serta terjadi peningkatan serapan oksigen untuk kehidupan manusia dan hewan.

Pakan Ternak Pilihan

MEMBUAT JERAMI KAYA PROTEIN


Hijauan pakan kambing biasanya dicari dari alam sekitar kampung dengan masa yang 'relatif' lama untuk jam kerja harian petani. Kondisi ini sering dikeluhkan petani, terutama ketika musim hajatan dan musim penghujan. Petani butuh pakan yang mudah didapat, awet dan bergizi. Hal tersebut mulai menampakkan titik terang ketika teknologi pengkayaan protein jerami mulai ditemukan. 

17/05/12

GOA DI KAKI BUKIT


INDAHNYA KEBERSAMAAN 
INDAHNYA SALING MEMBANTU

Dan ketika semua lampu masjid itu padam, keheningan pun menyeruak teriring lantunan do'a dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Ceritera-ceritera dan tamsil yang mengemuka serta dibawakan dengan canda yang santun-pun menggugah kesadaran kami, mengisi kerinduan atas hadirnya rasa syukur yang dalam, senyuman yang terhias, lemah lembut dalam sikap, serta Kasih Sayang yang mendasari semua tindakan


Tadi malam kami sekeluarga menghadiri forum pengajian refleksi dan pembekalan keimanan di PP. QOLBUN SALIM, sebuah pondok pesantren yang terletak di lereng utara Bukit Boko Prambanan. Perjalanan kami tempuh selama 45 menit, menelusuri hiruk pikuk Jalan Solo dari ring road barat menuju Prambanan, tepatnya adalah menuju gerbang perbatasan Jogja-Jawa Tengah setelah dari bangjo Candi Prambanan belok kanan sedikit terus kekiri menembus ramainya Pasar Prambanan hingga pertigaan gerbang perbatasan. Kami kemudian membelokkan kemudi mobil yang kami kendarai ke kanan terus menyusuri jalan aspal kampung, melintasi rel kereta api lurus kea rah pondok.

16/05/12

BERTANI DI BUKIT


UMBI-UMBIAN, KORO-KOROAN DAN PEPOHONAN
Panen sepanjang tahun di masa krisis akibat pemanasan global


Latar Belakang

Pepohonan yang rimbun merupakan salah satu ciri hutan produktif. Dari pepohonan inilah dikeluarkan oksigen yang kita butuhkan sehari-hari ketika kita bernafas. Udara menjadi sejuk karena pepohonan juga. Udara yang sejuk diyakini merupakan komponen penting dalam stabilisasi emosi dan menjauhkan manusia dari depresi.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi di dunia ini telah menjadikan ditebanginya pepohonan untuk kebutuhan kayu bangunan maupun meubel serta kerajinan. Kini kita rasakan kesejukan itu mulai berkurang. Fluktuasi suhu yang tinggi menjadikan tubuh gerah kepanasan atau menggigil kedinginan. Apalagi memang lama kelamaan kebun kita berubah menjadi rumah-rumah permanen sehingga otomatis ketersediaan oksigen oleh pepohonan akan berkurang serta terjadi peningkatan serapan oksigen untuk kehidupan manusia dan hewan.

05/05/12

SANGGAR KEBERUNTUNGAN


Sanggar adalah tempat orang berlatih. Menyikapi segala sesuatu dengan penuh rasa syukur dapat dilatih sejak dini agar memperoleh hasil yang efektif. Adalah Kyai Arifin yang selalu mengajarkan santri-santrinya untuk mengingat-ingat keberuntungan apa yang mereka rasakan hari itu. Juga Prof. Asdi yang selalu mengajak agar jamaah pengajiannya mau menyampaikan apa saja kebaikan yang sudah mereka terima selama hidup ini. Dengan mengingat-ingat dan menyampaikannya, kita menjadi terbiasa bersyukur dan yang mendengarnyapun akan berefleksi diri dan menemukan rasa syukur itu di dalam dirinya. Kerja keras dan tirakat merupakan salah satu wujud raya syukur kita dalam hidup ini sehingga Insya Allah Yang Maha Kaya membukakan pintu rejekinya yang di langit maupun di bumi.

03/05/12

TENTANG WALHI JOGJAKARTA


Berangkat dari kesamaan visi misi yang diemban, serta didorong oleh keprihatinan terhadap persoalan lingkungan hidup yang senantiasa diabaikan dalam berbagai pertimbangan kebijakan pembangunan, mengilhami beberapa aktivis lingkungan hidup untuk membentuk sebuah forum yang dapat mempersatukan perjuangan gerakan lingkungan hidup di Jogjakarta.

WALHI DARI MASA KE MASA



Berawal dari Lantai Tiga Belas
Setelah dua bulan diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim  berdialog dengan beberapa kawannya, seperti Bedjo Rahardjo, Erna Witoelar, Ir. Rio  Rahwartono (LIPI), dan Tjokropranolo (Gubernur DKI), untuk membicarakan agar lingkungan menjadi sebuah gerakan dalam masyarakat. “Saya pengen bola salju lingkungan hidup bisa cepat membesar,” kata Emil waktu itu (wawancara – pribadi). Bukan hanya itu tujuannya, tetapi Emil Salim merasa bahwa ia harus belajar tentang lingkungan, karena ia melihat bahwa lingkungan ini adalah sesuatu yang baru dan belum populer di Indonesia. Ia ingin terjun ke tengah-tengah masyarakat agar persoalan-persoalan lingkungan di masyarakat bisa diketahui dan dicarikan solusi oleh masyarakat. Untuk itulah, ia harus mencari jalan keluar agar bola salju yang bernama ‘lingkungan’ itu menggelinding lebih besar.

09/04/12

MENULIS dan MENGERJAKAN YANG TAK KITA KUASAHI ataupun SENANGI, bagaimana itu?

Mendapat pesanan untuk menulis buku adalah hal biasa bagi seorang penulis yang sudah cukup dikenal. Seringkali kita dianggap tahu segalanya padahal senyatanya tidak. Mau ditolak karena kita nggak menguasahi materi atau tak senang dengan materinya? Sayang sekali kalau keputusannya seperti itu. Saat terjadi hal tersebut sebenarnya kita sedang dimanjakan konsumen karena kita diminta menulis dengan sebuah bayaran yang menggiurkan dalam kondisi kita sendiri masih harus belajar tentang materi tulisan yang belum kita kuasahi atau bahkan sangat tidak kita senangi. Nah mengelola materi ‘kosong’ atau tak kita kuasahi memang sebuah seni tersendiri yang suata saat anda-pun pasti tertarik.