Suatu saat Sang Prajaka memasuki sebuah kampung setelah perjalanan semalam suntuk dengan sampannya. Kampung iru sangat ramai meskipun berada di pedalaman. Tepat ketika fajar menyingsing, kaki kanan Sang Prajaka menapakkan kakinya ke darat. Tapak kaki yang tenang terdengar ritmis menembus keramaian pasar pagi di Sungai Kalam.